Malam ini mencoba menelusuri kegiatan di bulan Ramadhan. Ada beberapa perbedaan yang terjadi di dunia pendidikan. Yang pertama, sudah tidak ada lagi kegiatan Pesantren Kilat dan Buku Kegiatan Siswa di Bulan Ramadhan. Padahal kegiatan dan buku tersebut dapat melatih siswa berani jujur dan menghargai orang lain. Meski demikian masih ada kegiatan rutin lainnya yaitu "Buka Puasa Bersama".
Yang kedua, tidak ada lagi yang namanya libur sebulan di bulan Ramadhan (seperti zamannya Presiden Abdurrahman Wahid). Meski demikian masih ada libur tiga hari di awal Ramadhan, dan libur seminggu sebelum dan sesudah Idul Fitri.
Yang ketiga, tidak ada lagi yang namanya ulangan, baik itu ulangan harian, ulangan blok, ataupun ulangan tengah semester (mid semester atau ada yang menyebutnya ulangan prasemester). Yang kesemuanya hanya untuk menghindari rasa capek dan amarah ketika berbicara (mengajar) di depan kelas, dengan alasan klasik, lagi puasa. Meski demikian masih ada beberapa guru yang hanya memberikan latihan-latihan soal, alasannya sih jika mengajar (menjelaskan materi) takut kelelahan dan takut tidak dapat menahan amarah bila siswanya berisik. Maklum biasanya di bulan puasa justru siswa lebih rajin berbincang-bincang dengan teman-temannya ketimbang memperhatikan gurunya.
Terlepas dari ketiga hal tersebut di atas, ada satu hal yang mengusik jiwa yaitu tentang keberadaan setan (jin dan sejenisnya). Dari beberapa ustadz yang menyampaikan ceramahnya, selalu mengatakan hal yang sama (mirip/serupa), setan di bulan Ramadhan semuanya di belenggu.
Hal inilah yang mengusik jiwa yang masih dangkal agama. Jika memang setan dibelenggu, maka tentunya tidak akan ada yang menggoda manusia agar berbuat sesuatu yang dilarang agama. Tapi kenyataannya masih saja ada kegiatan yang dilarang agama tetap dijalankan. Setankah yang menyuruh manusia untuk melakukan hal tersebut ?
Jika memang setan yang ada dibelakang itu semua, berarti setan tidak dibelenggu. Hal ini berarti ucapan yang disampaikan oleh ustadz yang mengatakan setan dibelenggu selama bulan Ramadhan adalah bohong belaka. Jika memang bukan setan yang ada dibelakang ini semua, lalu siapa ?...manusiakah ?...
Entahlah,… mata sudah berat… pikiran sudah mulai ngelantur… terpaksa istirahat saja, itu yang terbaik yang terlintas saat ini.